Lights Out (2016) WEB-DL + Subtitle Indonesia

In Horror, Thriller

Lights Out (2016) WEB-DL + Subtitle Indonesia

images

movieinfo.png

Released
22 July 2016 (USA)
Country USA
Language
English
Genres
Horror | Thriller
Director
David F. Sandberg
Writers
Eric Heisserer (screenplay), David F. Sandberg (based on the short film by)
Starcast
Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Maria Bello | See full cast & crew »
Rating
imdb-icon.gif6.6/10

 

Review:

Apa hal pertama yang terlintas di pikiran kamu ketika berbicara tentang kondisi gelap? Banyak memang, salah satunya adalah hantu. Ketika kamu dalam perjalanan pulang di malam hari dan melewati tempat gelap kamu tiba-tiba merasa ada “sesuatu” mengikuti di belakang kamu, kamu berhenti kemudian dengan menggunakan cahaya dari smartphone mencoba mengecek dan tidak ada apapun di belakangmu, namun ketika kembali melangkah maju perasaan sedang “diikuti” itu kembali muncul. Produced by the man behind The Conjuring, Insidious, and Furious 7, ‘Lights Out’ berhasil memanfaatkan dan mengolah dengan baik kegelapan tadi menjadi sebuah sajian horror yang menyenangkan. ‘The Ring’ married ‘A Nightmare on Elm Street’, it’ll make you think twice before turning the lights out.

Wanita bernama Rebecca (Teresa Palmer) merasa khawatir dengan adik tirinya Martin (Gabriel Bateman). Martin yang tinggal bersama ibu Rebecca, Sophie (Maria Bello), mengatakan bahwa kini ia merasa tidak nyaman karena “diganggu” oleh roh jahat bernama Diana (Alicia Vela-Bailey), roh jahat yang hanya muncul di kegelapan. Rebecca “tahu” siapa Diana namun ketika ia bersama pacarnya Bret (Alexander DiPersia) mencoba untuk “mengalahkan” Diana mereka menghadapi rintangan karena Sophie yang telah lama memiliki masalah kesehatan mental menganggap Diana sebagai teman baiknya, begitu pula sebaliknya.

Hal terbaik dari ‘Lights Out’ dan juga menjadi alasan mengapa ia bekerja dengan baik adalah karena sutradara David F. Sandberg tetap berpegang teguh pada hal terbaik dari versi short film: di sana ada hantu, matikan lampu, hidupkan lampu, matikan lampu lagi, dan boom! Membuat batasan bahwa roh jahat tersebut hanya muncul ketika lampu dipadamkan merupakan sebuah setting yang baik, semacam menciptakan ruang untuk mempermainkan adrenalin penonton, membuat denyut jantung kamu naik lalu melempar masuk sebuah kepanikan. Kita tidak diberi tahu secara mendalam tentang Diana, karakter naif yang tidak pasif, namun setiap kali kondisi gelap muncul paranoia penonton berhasil ia pompa. Bahkan ketika ia tidak muncul di layar rasa waspada selalu ada karena statusnya sejak awal merupakan spirit tukang intip, menunggu momen untuk “menyerang” manusia. Kondisi tersebut ditampilkan secara periodik oleh Sandberg, dibakar perlahan tapi tidak terasa monoton dan kehilangan rasa nikmat.

Sebenarnya ‘Lights Out’ merupakan horror yang “cheap” dari segi cerita tapi berbagai tweak yang dilakukan setelah sinopsis berhasil membuat materi dan eksekusi klise itu menjadi sajian yang oke. Mengandalkan ‘BOO moment” David F. Sandberg berhasil menciptakan dan menjaga tensi serta atmosfir cerita yang oke lalu kemudian menjaga penonton agar tetap merasa waspada. Itu penyebab kesuksesan ‘Lights Out’ meskipun simple karena ia berhasil mengikat penonton di dalam cerita. Walaupun tidak punya setting yang rumit anehnya kita peduli pada karakter, hal yang merupakan sebuah hook wajib dari film horror. Tapi hook film ini tidak hanya itu, situasi yang dialami karakter merupakan situasi yang dapat kamu temukan bahkan alami di keseharianmu, momen ketika kamu baru pulang kerja dan mencoba menghidupkan lampu tapi tampak “sosok asing” yang berdiri menunggumu di sudut ruang tamu. Itu membuat penonton tidak hanya waspada saja tapi juga bermain dengan imajinasi mereka.

Kombinasi tadi bekerja dengan baik. Sandberg dan Eric Heisserer berhasil menciptakan variasi antara dramatisasi dan scare sequences sehingga ini tidak mengalami kondisi statis serta rasa menakutkan yang perlahan berkurang. Suka rasa percaya diri Sandberg di sini, cara ia membawa kita merasakan kembali childhood fears pada kegelapan terasa seperti sebuah rollercoaster yang fun, fast and furious. Sandberg menggunakan banyak trik horror klasik di sini seperti trik haunted house misalnya dengan perpaduan visual dan suara yang kreatif, itu ia gunakan untuk memanipulasi penonton berbagai hal-hal “nakal” lainnya. Banyak gimmick di sini tapi dalam durasi yang ramping itu kesan mencengkeram yang ‘Lights Out’ tidak terasa basi, mempermainkan nerve penonton yang telah terjerat dengan ketegangan yang dingin lalu memberi mereka penampakan yang mengejutkan dengan kualitas goosebumps atau merinding yang oke.

Lalu apa kekurangan ‘Lights Out’? Lights Out “laughable.” Mudah untuk bertemu dengan tipe penonton film horor yang menjengkelkan yang “memaksa” tertawa setiap kali momen menegangkan berlalu, film ini punya banyak “momen” seperti itu. Itu semakin kuat karena cerita ‘Lights Out’ pada dasarnya juga terasa sedikit absurd sehingga akan ada penonton yang tidak merasa “terikat” dan perlahan mulai menganggap ini sebagai sebuah komedi. Aneh? Ya, mereka memang aneh karena untuk merasa terikat dengan ‘Lights Out’ sebenarnya sangat mudah apalagi jajaran cast berhasil membuat situasi yang mereka hadapi terasa oke. Maria Bello tampil baik sebagai ibu dengan mental yang tidak stabil, sedangkan Gabriel Bateman punya potensi besar di industri film horror. Teresa Palmer adalah bintang utamanya, punya tugas sebagai pusat emosi rasa sakit yang Rebecca alami terpancar dari kepanikan yang ia alami, a merit performance dengan sebuah momen heart-breaking yang memikat.

Bagus film horror seperti ‘Lights Out’, terasa sedikit mentah dan tidak terlalu dipoles untuk terasa kompleks tapi mampu memanfaatkan kesederhanaan dan berbagai trik klasik genre horror untuk mempermainkan paranoia penontonnya. Manipulasi kegelapan dengan mengandalkan “gotcha!” moments, sedikit elemen psychological ala The Babadook meskipun kurang kuat, tujuan utama film ini adalah membuat kamu waspada, menahan nafas, lalu kemudian berteriak. Itu dieksekusi dengan efesien oleh David F. Sandberg (sutradara Annabelle 2) di debut layar lebarnya ini, tidak outstanding namun berhasil menantang kegelisahan dan adrenalin penonton dengan menggunakan sistem “there-not there” serta fokus untuk menciptakan sentakan yang menggigit. It’s cheap and fun. As a reminder kondisi studio bioskop juga gelap, so, yeah, selamat “bergembira” bersama Rebecca. Segmented.
Sumber

buzzcity

File Format MP4 AVI
Quality Web-DL Web-DL
Codec ID AVC
(H.264)
MPEG-4
XVID)
Audio AAC
(Stereo)
Mp3
(Mono)
Width 720 px 500 px
Height 304 px 260 px
Duration 1:20:55 1:20:55
File Size 224 mb 161 mb
SS click
click
Download
UC MP4 AVI
TF MP4 AVI
UF MP4 AVI
UI MP4 AVI
SF MP4 AVI
UP MP4 AVI

Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB klik!
Hot Downloads of 2015 !
Hot Video !
Subtitle: dl-lightsout-2016.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: ElHeisenberg

SUBTITLE ENGLISH/INDONESIA


alterntif text
Lights Out (2016) WEB-DL + Subtitle Indonesia

Incoming search terms:

  • fantastic beast indosub minihd (3)
  • subscene light out file avi (2)
  • download video lights out mp4 sub indo (2)
  • film light out sub indo mwb (2)
  • lights out mp4 sub indo (2)
  • download film Light Out lebah ganteng (2)
  • download lights out 480p indo sub (1)
  • download uncontrolablyfound ep 16 subindo (1)
  • download film lights out hardsub avi (1)
  • dwonload film fantastic beast full film minato suki (1)
author
Author: 

Leave a reply "Lights Out (2016) WEB-DL + Subtitle Indonesia"

Must read×

Top